KUR Archives - Rambay.id https://rambay.id/tag/kur/ Berita Gaul Masa Kini Mon, 12 Jan 2026 12:32:33 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9 https://rambay.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_2025-12-09_161243-removebg-preview-150x150.png KUR Archives - Rambay.id https://rambay.id/tag/kur/ 32 32 Perbedaan KUR dan KPR, Jangan Salah Pilih, Ini Fungsi, Syarat, dan Bunganya https://rambay.id/perbedaan-kur-dan-kpr-jangan-salah-pilih-ini-fungsi-syarat-dan-bunganya/ https://rambay.id/perbedaan-kur-dan-kpr-jangan-salah-pilih-ini-fungsi-syarat-dan-bunganya/#respond Mon, 12 Jan 2026 12:32:30 +0000 https://rambay.id/?p=1434 Bingung memilih pinjaman? Pahami perbedaan KUR dan KPR secara tuntas di sini. Simak detail fungsi, syarat, bunga, dan tenor agar tidak salah langkah ambil keputusan

The post Perbedaan KUR dan KPR, Jangan Salah Pilih, Ini Fungsi, Syarat, dan Bunganya appeared first on Rambay.id.

]]>
Rambay.id – Dalam dunia perbankan dan finansial, istilah kredit sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Namun, hingga tahun 2026 ini, masih banyak calon debitur yang belum sepenuhnya memahami.

Perbedaan mendasar antara produk pinjaman yang tersedia, khususnya antara Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kekeliruan dalam memilih jenis kredit tidak hanya berpotensi menyebabkan pengajuan ditolak, tetapi juga dapat berdampak fatal pada kondisi keuangan jangka panjang Anda.

Kami akan merangkum perbedaan KUR dan KPR, mulai dari definisi, tujuan penggunaan, suku bunga, hingga persyaratan dokumen. Dengan memahami kedua instrumen ini.

Sehingga dapat merencanakan masa depan finansial baik untuk pengembangan bisnis maupun kepemilikan aset properti dengan lebih bijak dan terukur.

Mengenal Definisi Dasar: Apa Itu KUR dan KPR?

Sebelum masuk ke dalam perbandingan teknis, penting untuk memahami definisi fundamental dari kedua jenis kredit ini. Keduanya dikeluarkan oleh bank, namun memiliki “ruh” dan tujuan penciptaan yang sangat berbeda.

Apa Itu KUR (Kredit Usaha Rakyat)?

KUR adalah program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inti dari KUR adalah memberikan akses pembiayaan.

Modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu, badan usaha, atau kelompok usaha yang produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahannya belum cukup (bankable).

Kata kunci di sini adalah “subsidi”. Pemerintah memberikan subsidi bunga kepada bank penyalur, sehingga beban bunga yang ditanggung oleh peminjam menjadi sangat ringan dibandingkan kredit komersial biasa.

Apa Itu KPR (Kredit Pemilikan Rumah)?

Di sisi lain, KPR adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada nasabah perorangan untuk membeli atau memperbaiki rumah. Skema KPR membiinkan nasabah untuk membeli rumah dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu.

Berbeda dengan KUR yang bersifat produktif (untuk menghasilkan uang kembali), KPR umumnya bersifat konsumtif (untuk pembelian aset tempat tinggal), meskipun aset properti tersebut memiliki nilai investasi jangka panjang. Agunan utama dalam KPR adalah rumah atau properti yang dibeli itu sendiri.

7 Perbedaan Utama Antara KUR dan KPR

Untuk memudahkan Anda dalam membedakan kedua fasilitas ini, berikut adalah penjabaran mendalam mengenai tujuh aspek pembeda utama antara KUR dan KPR.

1. Fungsi dan Tujuan Penggunaan (User Intent)

Perbedaan paling mencolok terletak pada untuk apa uang tersebut digunakan.

  • KUR (Produktif): Dana KUR wajib digunakan untuk kegiatan usaha. Ini bisa berupa Kredit Modal Kerja (KMK) untuk belanja stok barang, operasional harian, atau gaji karyawan. Bisa juga berupa Kredit Investasi (KI) untuk membeli mesin produksi, renovasi tempat usaha, atau membeli kendaraan operasional. Bank akan memverifikasi bahwa uang tersebut benar-benar diputar dalam bisnis.
  • KPR (Konsumtif/Aset): Dana KPR secara spesifik ditransfer langsung ke pengembang (developer) atau penjual rumah, bukan ke rekening debitur. Tujuannya adalah untuk pembelian rumah tapak, apartemen, ruko, atau renovasi besar. Anda tidak bisa menggunakan dana KPR untuk memutar bisnis.

2. Suku Bunga dan Skema Subsidi

Ini adalah faktor yang paling sering menjadi pertimbangan utama calon debitur.

  • Bunga KUR: Karena merupakan program pemerintah, bunga KUR sangat rendah dan bersifat flat atau efektif per tahun (biasanya setara 6% efektif per tahun untuk KUR Mikro dan Kecil). Angka ini jauh di bawah suku bunga pasar karena selisihnya dibayarkan oleh pemerintah melalui subsidi. Suku bunga ini cenderung tetap selama periode pinjaman.
  • Bunga KPR: Suku bunga KPR lebih kompleks. Umumnya menggunakan dua skema:
    • Fixed Rate (Bunga Tetap): Berlaku di tahun-tahun awal (misal 1-3 tahun pertama) sebagai promo, biasanya di angka 4-8%.
    • Floating Rate (Bunga Mengambang): Setelah masa fixed berakhir, bunga akan mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ditambah margin bank. Di tahun 2025-2026, floating rate bisa mencapai 11% hingga 14%, yang artinya cicilan bulanan Anda bisa naik drastis di tengah jalan.
    • Catatan: Ada juga KPR Subsidi (FLPP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bunganya flat 5% sampai lunas, namun syaratnya sangat ketat.

3. Agunan atau Jaminan (Collateral)

Masalah jaminan seringkali menjadi penentu disetujui atau tidaknya pinjaman.

  • Jaminan KUR:
    • Agunan pokok adalah usaha atau proyek yang dibiayai itu sendiri.
    • Untuk plafon pinjaman tertentu (misalnya sampai dengan Rp100 juta sesuai aturan terbaru), pemerintah seringkali menginstruksikan tidak perlunya agunan tambahan (seperti sertifikat tanah/BPKB). Namun, dalam praktiknya, kebijakan bank pelaksana bisa berbeda-beda tergantung penilaian risiko.
    • Untuk KUR Kecil (plafon >Rp100 juta – Rp500 juta), agunan tambahan biasanya wajib.
  • Jaminan KPR:
    • Jaminan mutlak adalah sertifikat properti (SHM/SHGB) dari rumah yang sedang dibeli. Sertifikat ini akan ditahan oleh bank sampai kredit lunas.
    • Anda tidak bisa mengajukan KPR tanpa adanya properti yang jelas legalitasnya.

4. Tenor (Jangka Waktu Pinjaman)

Berapa lama Anda bisa mencicil utang tersebut?

  • Tenor KUR: Cenderung lebih pendek karena disesuaikan dengan siklus bisnis.
    • Kredit Modal Kerja (KMK): Maksimal 3 – 4 tahun.
    • Kredit Investasi (KI): Maksimal 5 tahun.
  • Tenor KPR: Cenderung sangat panjang karena nominal pinjaman yang besar.
    • Tenor bisa mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun, bahkan beberapa bank menawarkan hingga 25 atau 30 tahun untuk nasabah milenial/Gen Z. Tenor panjang ini bertujuan agar cicilan bulanan terjangkau bagi pegawai bergaji tetap.

5. Plafon (Batas Maksimal Pinjaman)

Jumlah uang yang bisa dipinjam juga berbeda signifikan.

  • Plafon KUR: Dibagi berdasarkan jenisnya.
    • KUR Super Mikro: Sampai dengan Rp10 juta.
    • KUR Mikro: Rp10 juta s.d. Rp100 juta.
    • KUR Kecil: Rp100 juta s.d. Rp500 juta.
  • Plafon KPR: Secara teori tidak terbatas (unlimited), tergantung pada kemampuan bayar nasabah (gaji) dan nilai appraisal (taksiran harga) rumah tersebut. Bank biasanya membiayai 70-90% dari harga rumah (Loan to Value), sisanya adalah uang muka (DP) yang harus Anda bayar sendiri.

6. Persyaratan Dokumen dan Kelayakan (Eligibility)

Siapa yang berhak mengajukan?

  • Syarat KUR:
    • Wajib memiliki usaha produktif yang sudah berjalan minimal 6 bulan.
    • Memiliki Surat Izin Usaha (NIB/SKU dari Kelurahan).
    • Tidak sedang menerima kredit produktif lain dari perbankan (kecuali KPR, KKB, atau Kartu Kredit diperbolehkan asalkan lancar).
    • Lolos BI Checking (SLIK OJK) dengan status lancar.
  • Syarat KPR:
    • Warga Negara Indonesia, usia min. 21 tahun atau sudah menikah.
    • Memiliki penghasilan tetap (pegawai) atau penghasilan usaha (wiraswasta/profesional).
    • Slip gaji (untuk karyawan) atau laporan keuangan (wiraswasta).
    • Rekening koran 3 bulan terakhir.
    • NPWP pribadi.
    • Lolos BI Checking. Bank sangat ketat melihat Debt Service Ratio (DSR). Biasanya total cicilan hutang Anda tidak boleh lebih dari 30-40% gaji bulanan.

7. Proses Analisis Bank

Cara bank menilai Anda juga berbeda.

  • Analisis KUR: Bank fokus pada Cash Flow usaha. Apakah keuntungan bersih usaha cukup untuk membayar cicilan? Petugas bank (Mantri/AO) akan melakukan survei ke lokasi usaha (On The Spot) untuk melihat stok barang dan aktivitas bisnis.
  • Analisis KPR: Bank fokus pada Capacity to Pay (kemampuan bayar) dari gaji dan Character. Bank juga akan melakukan Appraisal (penilaian aset) terhadap rumah yang mau dibeli untuk memastikan harganya wajar dan legalitasnya aman.

Studi Kasus: Kapan Harus Memilih KUR dan Kapan KPR?

Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat dua skenario yang sering terjadi di masyarakat.

Skenario A: Ibu Ani dan Toko Kelontong

Ibu Ani memiliki toko kelontong yang ramai. Ia ingin memperbesar tokonya dan menambah stok barang senilai Rp50 juta. Ia memiliki sertifikat rumah, namun ia bingung mau ambil pinjaman apa.

Solusi: Ibu Ani harus mengambil KUR Mikro.

  • Alasan: Tujuannya produktif (modal kerja). Nominal Rp50 juta masuk dalam skema KUR Mikro tanpa jaminan tambahan yang memberatkan, dan bunganya rendah (6%). Jika ia mengambil pinjaman multiguna jaminan sertifikat (bukan KUR), bunganya bisa 12-14%, yang akan memakan keuntungan dagangnya.

Skenario B: Bapak Budi, Karyawan Swasta

Bapak Budi baru menikah dan masih mengontrak. Ia bekerja sebagai staf di perusahaan swasta dengan gaji Rp6 juta. Ia ingin membeli rumah subsidi seharga Rp180 juta. Ia juga memiliki usaha sampingan jual pulsa kecil-kecilan.

Solusi: Bapak Budi harus mengambil KPR (KPR Subsidi atau Komersial).

  • Alasan: Tujuannya adalah pembelian aset properti. Meskipun ia punya usaha sampingan, KUR tidak bisa digunakan untuk membeli rumah tinggal. Dengan KPR, ia bisa mencicil selama 15-20 tahun sehingga angsurannya terjangkau oleh gajinya.

Bisakah Mengajukan KUR dan KPR Secara Bersamaan?

Pertanyaan ini sangat sering muncul: “Jika saya sudah punya KPR, bolehkah saya mengajukan KUR?” atau sebaliknya.

Jawabannya adalah Bisa, namun dengan syarat.

Secara regulasi (Permenko Perekonomian yang berlaku hingga 2026), penerima KUR tidak boleh sedang menerima kredit produktif lain. Namun, KPR dikategorikan sebagai kredit konsumtif. Jadi, secara aturan, Anda boleh memiliki KPR dan KUR secara bersamaan.

Tetapi, ada tapinya: Bank akan menghitung ulang kemampuan bayar Anda.

  1. Analisis DSR (Debt Service Ratio): Jika Anda punya cicilan KPR sebesar Rp3 juta/bulan, dan Anda mengajukan KUR dengan cicilan Rp2 juta/bulan, bank akan melihat apakah sisa penghasilan/keuntungan usaha Anda cukup untuk biaya hidup setelah dipotong Rp5 juta (total cicilan).
  2. Reputasi Kredit (SLIK): Jika pembayaran KPR Anda sering terlambat (Kolektibilitas 2 atau macet), pengajuan KUR Anda otomatis akan ditolak, begitu pula sebaliknya.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Baik KUR maupun KPR memiliki risiko jika tidak dikelola dengan baik.

  • Risiko KUR: Penyalahgunaan dana. Banyak debitur menggunakan dana KUR untuk membeli motor pribadi atau renovasi rumah (konsumtif). Ini berbahaya karena uang tersebut tidak menghasilkan keuntungan untuk membayar cicilan, yang berujung pada kredit macet. Ingat, kredit macet di KUR akan menutup akses Anda ke semua jenis pinjaman bank di masa depan.
  • Risiko KPR: Kenaikan suku bunga floating. Banyak orang tergiur bunga promo di awal. Ketika masuk tahun ke-3 atau ke-4, cicilan bisa melonjak drastis. Pastikan Anda memiliki simulasi perhitungan bunga floating sebelum tanda tangan akad kredit.

Kesimpulan

Memahami perbedaan KUR dan KPR adalah fondasi literasi keuangan yang krusial bagi siapa saja. Ringkasnya:

  • Pilihlah KUR jika Anda butuh modal untuk mengembangkan usaha, membutuhkan bunga rendah subsidi pemerintah, dan siap dengan tenor yang lebih pendek.
  • Pilihlah KPR jika tujuan Anda adalah memiliki hunian, membutuhkan tenor panjang agar cicilan ringan, dan siap dengan komitmen jangka panjang serta fluktuasi suku bunga (untuk KPR Non-Subsidi).

Jangan pernah memanipulasi data demi mendapatkan pinjaman yang tidak sesuai peruntukannya. Menggunakan KUR untuk beli rumah atau menggunakan pinjaman konsumtif berbunga tinggi untuk modal usaha adalah resep bencana finansial.

Kenali kebutuhan Anda, pelajari syaratnya, dan ajukan kredit yang tepat untuk masa depan yang lebih sejahtera.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Q1: Apakah KUR bisa digunakan untuk renovasi rumah?

A: Tidak boleh, jika renovasi tersebut untuk rumah tinggal pribadi. Itu termasuk kebutuhan konsumtif. Namun, jika renovasi dilakukan pada tempat usaha (misalnya memperluas warung atau memperbaiki atap pabrik), maka itu diperbolehkan masuk dalam kategori Kredit Investasi.

Q2: Mana yang lebih sulit prosesnya, KUR atau KPR?

A: Tingkat kesulitan bersifat relatif. KPR biasanya menuntut dokumen legalitas properti yang sangat lengkap (IMB/PBG, Sertifikat, PBB) dan slip gaji. Sementara KUR lebih menekankan pada survei lapangan untuk melihat “denyut” aktivitas usaha Anda. Jika usaha Anda riil dan pembukuan rapi, KUR cenderung lebih cepat cair.

Q3: Apakah Ibu Rumah Tangga bisa mengajukan KUR?

A: Sangat bisa, asalkan Ibu Rumah Tangga tersebut memiliki usaha produktif (contoh: katering rumahan, jualan online, warung) yang sudah berjalan minimal 6 bulan.

Q4: Jika saya belum punya rumah tapi punya usaha, sebaiknya ambil KUR atau KPR dulu?

A: Tergantung prioritas. Jika usaha butuh modal untuk berkembang pesat, ambil KUR dulu. Keuntungan usaha yang meningkat nantinya bisa ditabung untuk DP rumah. Namun, jika margin usaha sudah cukup besar dan stabil, Anda bisa langsung mengajukan KPR dengan melampirkan bukti penghasilan usaha.

Q5: Apakah KPR Subsidi (FLPP) sama dengan KUR?

A: Keduanya sama-sama program pemerintah dan bersubsidi, tapi beda fungsi. KPR Subsidi (FLPP) khusus untuk pembelian rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan bunga flat 5%. KUR khusus untuk modal usaha.

Q6: Berapa lama proses pencairan KUR dan KPR?

A: KUR Mikro biasanya memakan waktu 3-7 hari kerja setelah survei. KPR prosesnya lebih lama, biasanya 14 hari hingga 1 bulan karena melibatkan proses appraisal (penaksiran harga) properti dan verifikasi legalitas dokumen rumah oleh notaris.

The post Perbedaan KUR dan KPR, Jangan Salah Pilih, Ini Fungsi, Syarat, dan Bunganya appeared first on Rambay.id.

]]>
https://rambay.id/perbedaan-kur-dan-kpr-jangan-salah-pilih-ini-fungsi-syarat-dan-bunganya/feed/ 0
KUR BNI 2025, Ini Suku Bunga, Syarat, dan Cara Pengajuan Terbaru https://rambay.id/kur-bni-2025-ini-suku-bunga-syarat-dan-cara-pengajuan-terbaru/ https://rambay.id/kur-bni-2025-ini-suku-bunga-syarat-dan-cara-pengajuan-terbaru/#respond Fri, 26 Dec 2025 23:24:48 +0000 https://rambay.id/?p=526 KUR BNI 2025! Simak syarat terbaru, aturan suku bunga 6%, cara pengajuan online & offline, serta tabel simulasi angsuran kur bni untuk modal usaha Anda.

The post KUR BNI 2025, Ini Suku Bunga, Syarat, dan Cara Pengajuan Terbaru appeared first on Rambay.id.

]]>
Rambay.id – Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, akses permodalan seringkali menjadi tantangan utama dalam mengembangkan bisnis, di tahun 2025 ini.

Pemerintah bersama perbankan BUMN terus berkomitmen menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Salah satu penyalur utama yang menjadi favorit masyarakat adalah KUR BNI.

Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan fasilitas kredit dengan bunga rendah yang disubsidi pemerintah, proses yang semakin digital, dan jangkauan yang luas.

Kami akan merangkum seluruh informasi tentang KUR BNI 2025, mulai dari jenis pinjaman, suku bunga berjenjang, hingga simulasi angsuran yang akurat.

Apa Itu KUR BNI dan Mengapa Memilihnya?

KUR BNI adalah fasilitas kredit modal kerja dan/atau kredit investasi yang diberikan kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup (bankable).

Di tahun 2025, BNI semakin mempermudah akses pengajuan melalui ekosistem digital mereka. Mengapa banyak pengusaha memilih BNI?

  1. Suku Bunga Kompetitif: Berkat subsidi pemerintah, bunga yang ditawarkan jauh di bawah kredit komersial biasa.
  2. Plafon Fleksibel: Menyediakan pinjaman dari nominal kecil (Super Mikro) hingga ratusan juta rupiah (Kecil).
  3. Proses Cepat: Integrasi dengan BNI e-Form mempercepat proses pengajuan awal.
  4. Tanpa Jaminan Tambahan (Untuk limit tertentu): Memberikan keleluasaan bagi usaha rintisan.

Jenis-Jenis Layanan KUR BNI 2025

Sebelum mengajukan pinjaman, penting bagi Anda untuk memahami kategori KUR yang sesuai dengan kebutuhan modal dan skala usaha Anda. BNI membagi produk KUR menjadi beberapa jenis utama:

1. KUR Super Mikro

Ini adalah jenis kredit yang ditujukan untuk usaha skala paling kecil atau pekerja yang terkena PHK dan sedang merintis usaha.

  • Plafon: Maksimal hingga Rp 10.000.000.
  • Jangka Waktu: Kredit Modal Kerja (KMK) maksimal 3 tahun, Kredit Investasi (KI) maksimal 5 tahun.
  • Keunggulan: Persyaratan dokumen yang lebih ringkas dan diprioritaskan untuk pemula.

2. KUR Mikro

Jenis ini adalah yang paling populer di kalangan pedagang pasar, pemilik toko kelontong, dan pengrajin.

  • Plafon: Di atas Rp 10.000.000 hingga Rp 100.000.000.
  • Jangka Waktu: KMK maksimal 3 tahun, KI maksimal 5 tahun.
  • Agunan: Tidak diwajibkan agunan tambahan, namun usaha yang dibiayai menjadi jaminan utama.

3. KUR Kecil

Ditujukan untuk usaha yang sudah lebih mapan dan membutuhkan suntikan dana besar untuk ekspansi.

  • Plafon: Di atas Rp 100.000.000 hingga Rp 500.000.000.
  • Jangka Waktu: KMK maksimal 4 tahun, KI maksimal 5 tahun.
  • Agunan: Diwajibkan adanya agunan tambahan sesuai penilaian bank (misalnya sertifikat tanah atau BPKB).

4. KUR Penempatan TKI

Khusus bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri untuk membiayai keberangkatan.

  • Plafon: Maksimal Rp 25.000.000 (atau sesuai ketentuan biaya penempatan).
  • Jangka Waktu: Maksimal 3 tahun atau sesuai masa kontrak kerja.

Suku Bunga KUR BNI 2025: Aturan Berjenjang

Salah satu poin krusial dalam KUR BNI tahun 2025 adalah penerapan suku bunga berjenjang yang diatur oleh pemerintah (Permenko Perekonomian). Hal ini penting dipahami agar Anda tidak kaget saat melihat besaran angsuran.

  • Peminjam Baru (Pertama Kali): Anda akan dikenakan suku bunga efektif sebesar 6% per tahun.
  • Peminjam Kedua Kali: Jika Anda sudah pernah melunasi KUR dan mengajukan lagi (suplesi), bunga naik menjadi 7% per tahun.
  • Peminjam Ketiga Kali: Bunga menjadi 8% per tahun.
  • Peminjam Keempat Kali: Bunga menjadi 9% per tahun.

Kebijakan ini dibuat agar dana subsidi KUR dapat bergulir dan dinikmati oleh lebih banyak pelaku usaha baru yang belum pernah mendapatkan akses pembiayaan.

Syarat Pengajuan KUR BNI 2025

Agar pengajuan Anda disetujui, pastikan Anda memenuhi kriteria kualifikasi dan kelengkapan dokumen berikut ini:

Syarat Umum (Kualifikasi Debitur)

  1. Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  3. Memiliki usaha produktif dan layak yang telah berjalan minimal 6 bulan. (Khusus KUR Super Mikro, lama usaha bisa kurang dari 6 bulan asalkan mengikuti pendampingan atau pelatihan).
  4. Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain dan/atau tidak sedang menerima kredit program dari pemerintah (kecuali KUR). Kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau Kartu Kredit diperbolehkan asalkan status pembayarannya lancar (Kolektibilitas 1).

Syarat Dokumen Administrasi

Persiapkan dokumen berikut dalam bentuk asli dan fotokopi:

  • e-KTP Pemohon dan Pasangan (jika sudah menikah).
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Surat Nikah atau Surat Cerai (bagi yang berstatus menikah/cerai).
  • Surat Izin Usaha: Dapat berupa NIB (Nomor Induk Berusaha) yang diterbitkan OSS, Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kelurahan/Desa, atau izin usaha mikro kecil (IUMK).
  • NPWP: Wajib dilampirkan untuk pengajuan plafon di atas Rp 50.000.000.
  • Bukti kepemilikan agunan tambahan (Khusus KUR Kecil).

Cara Pengajuan KUR BNI: Online dan Offline

BNI memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk mengajukan pinjaman. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Cara Pengajuan via Cabang (Offline)

Ini adalah metode paling efektif jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan petugas (Mantri/Marketing) BNI.

  • Siapkan seluruh dokumen persyaratan.
  • Datangi kantor cabang BNI terdekat sesuai domisili usaha.
  • Ambil nomor antrean untuk bagian Customer Service atau bagian Kredit.
  • Sampaikan tujuan untuk mengajukan KUR.
  • Petugas akan melakukan verifikasi awal dan menjadwalkan survei ke lokasi usaha Anda.

2. Cara Pengajuan Online (E-Form)

BNI menyediakan E-Form untuk mempermudah pendaftaran awal tanpa harus antre.

  • Kunjungi situs resmi eform.bni.co.id.
  • Pilih menu “KUR”.
  • Baca syarat dan ketentuan, lalu centang persetujuan.
  • Isi data diri, data usaha, dan nominal pengajuan dengan benar.
  • Submit formulir.
  • Tunggu pihak BNI menghubungi Anda untuk proses verifikasi lanjutan dan survei.

Catatan Penting: Meskipun pengajuan dilakukan secara online, tahap survei fisik ke lokasi usaha tetap wajib dilakukan oleh pihak bank untuk memastikan keberadaan dan kelayakan usaha.

Simulasi Angsuran KUR BNI

Memahami estimasi cicilan sangat penting untuk mengatur arus kas usaha. Berikut adalah contoh simulasi kur bni dengan asumsi suku bunga 6% per tahun (anuitas/efektif) untuk pinjaman pertama.

Tabel Simulasi KUR BNI (Estimasi)

Plafon PinjamanTenor 12 BulanTenor 24 BulanTenor 36 BulanTenor 48 Bulan
Rp 10.000.000Rp 860.664Rp 443.206Rp 304.219Rp 234.850
Rp 25.000.000Rp 2.151.661Rp 1.108.015Rp 760.548Rp 587.126
Rp 50.000.000Rp 4.303.321Rp 2.216.031Rp 1.521.097Rp 1.174.251
Rp 100.000.000Rp 8.606.643Rp 4.432.061Rp 3.042.194Rp 2.348.503

Catatan: Angka angsuran kur bni di atas adalah estimasi. Nilai pasti akan ditentukan saat akad kredit dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan bank.

Untuk menghitung sendiri, Anda bisa menggunakan rumus sederhana atau kalkulator kredit di situs BNI. Pastikan keuntungan bersih bulanan usaha Anda setidaknya 2-3 kali lipat dari nilai angsuran agar likuiditas usaha tetap aman.

Tips Agar Pengajuan KUR BNI Disetujui

Banyak pengajuan KUR ditolak bukan karena usahanya jelek, tetapi karena faktor administrasi atau riwayat kredit. Berikut tips agar “lolos”:

  1. Jaga Riwayat SLIK OJK (BI Checking): Pastikan Anda tidak memiliki tunggakan di bank lain atau pinjaman online (Pinjol). Riwayat kredit yang buruk adalah alasan penolakan nomor satu.
  2. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha: Bank menyukai nasabah yang tertib administrasi. Memiliki pembukuan sederhana yang mencatat arus kas masuk dan keluar akan menjadi nilai tambah besar.
  3. Pastikan Izin Usaha Valid: Jangan sepelekan NIB atau SKU. Dokumen ini adalah bukti legalitas usaha Anda di mata bank.
  4. Ajukan Sesuai Kemampuan: Jangan memaksakan mengajukan plafon maksimal jika kapasitas usaha (cash flow) belum memadai. Bank akan menghitung Repayment Capacity Anda.

Kesimpulan

Program KUR BNI 2025 merupakan solusi strategis bagi UMKM untuk mendapatkan modal murah dengan proses yang aman dan terpercaya. Dengan suku bunga mulai dari 6% dan berbagai pilihan tenor, BNI menawarkan fleksibilitas yang dapat disesuaikan dengan kemampuan bayar usaha Anda.

Kunci keberhasilan mendapatkan pinjaman ini terletak pada kelengkapan administrasi, riwayat kredit yang bersih, dan kondisi usaha yang feasible. Jangan ragu untuk mendatangi kantor cabang BNI terdekat atau memanfaatkan layanan digital.

Mereka untuk memulai langkah ekspansi bisnis Anda tahun ini. Persiapkan dokumen Anda sekarang, hitung simulasi angsuran dengan bijak, dan jadikan KUR BNI sebagai mitra tumbuh kembang usaha Anda.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar KUR BNI

Q1: Berapa lama proses pencairan KUR BNI?

A: Proses pencairan bervariasi tergantung kelengkapan dokumen dan antrean di cabang. Namun, umumnya memakan waktu 3 hingga 7 hari kerja setelah survei dilakukan dan dokumen dinyatakan lengkap.

Q2: Apakah bisa mengajukan KUR BNI jika masih punya cicilan motor/mobil?

A: Bisa, asalkan cicilan kendaraan (kredit konsumtif) tersebut status pembayarannya lancar dan sisa penghasilan/keuntungan usaha masih mencukupi untuk membayar angsuran KUR yang baru.

Q3: Apakah pengajuan KUR BNI dikenakan biaya administrasi?

A: Untuk KUR Mikro dan Super Mikro biasanya bebas biaya administrasi dan provisi. Namun, untuk KUR Kecil mungkin ada biaya administrasi yang ringan sesuai ketentuan BNI. Biaya notaris dan asuransi agunan (jika ada) biasanya ditanggung debitur.

Q4: Apa yang dimaksud dengan KUR BNI Online?

A: Itu adalah fasilitas pengajuan formulir awal melalui website (e-form) untuk mempermudah pendaftaran. Namun, verifikasi data fisik dan tanda tangan akad kredit tetap dilakukan secara tatap muka dengan pihak bank.

Q5: Mengapa bunga KUR saya naik menjadi 7%?

A: Sesuai peraturan pemerintah tahun 2025 (melanjutkan aturan Permenko), jika Anda sudah pernah menerima KUR sebelumnya dan mengajukan lagi (nasabah berulang), suku bunga akan naik secara berjenjang (7%, 8%, dst) untuk memberikan kesempatan subsidi bunga kepada nasabah baru.

The post KUR BNI 2025, Ini Suku Bunga, Syarat, dan Cara Pengajuan Terbaru appeared first on Rambay.id.

]]>
https://rambay.id/kur-bni-2025-ini-suku-bunga-syarat-dan-cara-pengajuan-terbaru/feed/ 0
Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI Lengkap, Syarat dan Bunga https://rambay.id/tabel-angsuran-pinjaman-kur-bri-lengkap-syarat-dan-bunga/ https://rambay.id/tabel-angsuran-pinjaman-kur-bri-lengkap-syarat-dan-bunga/#respond Wed, 17 Dec 2025 23:45:32 +0000 https://rambay.id/?p=257 Butuh modal usaha? Cek Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI terbaru. Simak simulasi cicilan lengkap, syarat pengajuan mudah, dan rincian bunga 6% untuk UMKM

The post Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI Lengkap, Syarat dan Bunga appeared first on Rambay.id.

]]>
Rambay.id – Mengembangkan usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seringkali terbentur oleh satu masalah klasik: ketersediaan modal. Di sinilah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Hadir sebagai solusi primadona bagi para pelaku bisnis di Indonesia. Salah satu hal pertama yang dicari oleh calon debitur adalah Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI.

Tabel ini bukan sekadar deretan angka, melainkan peta jalan finansial bagi Anda untuk mengukur kemampuan bayar dan merencanakan arus kas bisnis.

Dengan memahami simulasi cicilan, syarat terbaru, dan struktur bunga yang berlaku, Anda dapat mengajukan pinjaman dengan lebih percaya diri dan peluang persetujuan yang lebih tinggi.

Mengenal Apa Itu KUR BRI dan Mengapa Menjadi Pilihan Utama?

Sebelum masuk ke angka-angka dalam tabel angsuran, penting untuk memahami posisi KUR BRI dalam ekosistem pendanaan UMKM. Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM berupa pemberian kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi.

BRI, sebagai bank dengan jaringan terluas hingga ke pelosok desa, menjadi penyalur KUR terbesar. Keunggulan utamanya terletak pada suku bunga yang mendapat subsidi pemerintah, sehingga beban cicilan menjadi sangat ringan dibandingkan pinjaman komersial biasa.

Jenis-Jenis KUR BRI

BRI menawarkan beberapa skema KUR yang disesuaikan dengan skala bisnis Anda:

  1. KUR Super Mikro: Plafon sampai dengan Rp10 juta.
  2. KUR Mikro: Plafon di atas Rp10 juta sampai dengan Rp100 juta.
  3. KUR Kecil: Plafon di atas Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta.
  4. KUR TKI: Khusus untuk pembiayaan keberangkatan calon Tenaga Kerja Indonesia ke negara penempatan dengan plafon hingga Rp25 juta.

Kebijakan Suku Bunga KUR BRI Terbaru

Pemerintah telah menetapkan aturan baru terkait suku bunga yang penting untuk Anda ketahui sebelum melihat tabel angsuran. Sejak terbitnya Permenko Bidang Perekonomian No. 1 Tahun 2023, berlaku sistem Bunga Berjenjang untuk KUR Mikro dan KUR Kecil.

Berikut adalah rinciannya:

  • Pinjaman Pertama: Dikenakan bunga 6% efektif per tahun.
  • Pinjaman Kedua: Dikenakan bunga 7% efektif per tahun.
  • Pinjaman Ketiga: Dikenakan bunga 8% efektif per tahun.
  • Pinjaman Keempat: Dikenakan bunga 9% efektif per tahun.

Catatan Penting: Aturan bunga berjenjang ini bertujuan agar nasabah KUR segera “naik kelas” menjadi nasabah komersial dan memberikan kesempatan bagi UMKM lain yang belum pernah mendapatkan akses KUR. Sedangkan untuk KUR Super Mikro, bunganya dipatok lebih rendah lagi, yaitu 3% efektif per tahun.

Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI (Simulasi)

Di bawah ini adalah simulasi tabel angsuran untuk pinjaman KUR Mikro dengan asumsi nasabah baru (bunga 6% per tahun atau setara 0,2-0,27% flat per bulan). Tabel ini mencakup tenor (jangka waktu) umum untuk Modal Kerja (maksimal 3-4 tahun) dan Investasi (maksimal 5 tahun).

Tabel Angsuran Plafon Rp10 Juta – Rp50 Juta

Plafon Pinjaman12 Bulan18 Bulan24 Bulan36 Bulan48 Bulan60 Bulan
Rp 10.000.000Rp 860.664Rp 582.317Rp 443.206Rp 304.219Rp 234.850Rp 193.328
Rp 15.000.000Rp 1.290.996Rp 873.476Rp 664.809Rp 456.329Rp 352.275Rp 289.992
Rp 20.000.000Rp 1.721.329Rp 1.164.635Rp 886.412Rp 608.439Rp 469.701Rp 386.656
Rp 25.000.000Rp 2.151.661Rp 1.455.793Rp 1.108.015Rp 760.548Rp 587.126Rp 483.320
Rp 30.000.000Rp 2.581.993Rp 1.746.952Rp 1.329.618Rp 912.658Rp 704.551Rp 579.984
Rp 40.000.000Rp 3.442.657Rp 2.329.269Rp 1.772.824Rp 1.216.877Rp 939.401Rp 773.312
Rp 50.000.000Rp 4.303.321Rp 2.911.587Rp 2.216.030Rp 1.521.097Rp 1.174.251Rp 966.640

Tabel Angsuran Plafon Rp100 Juta – Rp500 Juta (KUR Kecil)

Untuk KUR Kecil, biasanya diperlukan agunan tambahan sesuai kebijakan bank. Berikut simulasinya:

Plafon Pinjaman12 Bulan24 Bulan36 Bulan48 Bulan60 Bulan
Rp 100.000.000Rp 8.606.643Rp 4.432.061Rp 3.042.194Rp 2.348.503Rp 1.933.280
Rp 150.000.000Rp 12.909.964Rp 6.648.092Rp 4.563.291Rp 3.522.754Rp 2.899.920
Rp 200.000.000Rp 17.213.286Rp 8.864.122Rp 6.084.387Rp 4.697.006Rp 3.866.560
Rp 300.000.000Rp 25.819.929Rp 13.296.183Rp 9.126.581Rp 7.045.509Rp 5.799.840
Rp 400.000.000Rp 34.426.571Rp 17.728.244Rp 12.168.775Rp 9.394.012Rp 7.733.120
Rp 500.000.000Rp 43.033.214Rp 22.160.305Rp 15.210.969Rp 11.742.515Rp 9.666.400

Disclaimer: Tabel di atas adalah simulasi estimasi. Nilai angsuran real dapat berbeda sedikit tergantung tanggal pencairan dan kebijakan pembulatan sistem bank pada saat pengajuan.

Syarat Pengajuan KUR BRI Lengkap

Agar pengajuan Anda disetujui, kelengkapan dokumen dan pemenuhan syarat adalah kunci. Berikut adalah syarat berdasarkan jenis KUR:

1. Syarat Umum

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Memiliki usaha produktif dan layak.
  • Usaha telah berjalan secara aktif minimal 6 bulan.
  • Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.

2. Dokumen Administrasi (KUR Mikro & Kecil)

  • Identitas Diri: e-KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah), Kartu Keluarga (KK).
  • Legalitas Usaha: Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), Nomor Induk Berusaha (NIB), atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kelurahan/Desa setempat.
  • NPWP: Wajib dilampirkan untuk pengajuan plafon di atas Rp50 juta.
  • BPJS Ketenagakerjaan: Untuk KUR Kecil (plafon >Rp100 juta), biasanya dipersyaratkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

3. Syarat Khusus KUR Super Mikro

Untuk KUR Super Mikro, syarat lama usaha tidak harus 6 bulan, asalkan:

  • Mengikuti pendampingan; atau
  • Mengikuti pelatihan kewirausahaan; atau
  • Tergabung dalam kelompok usaha; atau
  • Memiliki anggota keluarga yang telah mempunyai usaha produktif.

Cara Mengajukan Pinjaman KUR BRI

BRI menyediakan dua jalur pengajuan untuk memudahkan nasabah, yaitu secara online dan offline.

Cara Offline (Datang Langsung)

  1. Siapkan semua dokumen persyaratan (KTP, KK, Surat Izin Usaha/NIB, NPWP).
  2. Datangi kantor unit BRI terdekat sesuai domisili usaha (biasanya mantri BRI memiliki wilayah kelolaan spesifik).
  3. Ambil antrean ke bagian Customer Service atau langsung menemui Mantri KUR.
  4. Isi formulir pengajuan.
  5. Petugas akan melakukan survei ke lokasi usaha Anda.
  6. Jika disetujui, Anda akan dipanggil untuk tanda tangan akad kredit.

Cara Online (Via kur.bri.co.id)

Meskipun seringkali pengajuan online tetap memerlukan verifikasi fisik, langkah ini bisa mempercepat proses awal:

  1. Buka laman https://kur.bri.co.id.
  2. Pilih menu “Ajukan Pinjaman”.
  3. Login menggunakan akun email (daftar jika belum punya).
  4. Isi formulir data diri, profil usaha, dan unggah dokumen yang diminta.
  5. Tunggu konfirmasi dari pihak BRI unit terdekat untuk proses survei selanjutnya.

Tips Agar Pengajuan KUR BRI Cepat Cair

Banyak pengajuan ditolak bukan karena usahanya jelek, tetapi karena faktor administrasi atau riwayat kredit. Berikut tipsnya:

Jaga Kualitas SLIK OJK (BI Checking)

Ini adalah filter pertama. Pastikan Anda tidak memiliki tunggakan kredit di bank lain atau pinjaman online (Pinjol). Riwayat kredit yang macet (KOL 2-5) hampir pasti akan membuat pengajuan KUR ditolak. Lunasi dulu hutang tertunggak sebelum mengajukan KUR.

Sesuaikan Plafon dengan Kapasitas Usaha

Mantri BRI akan menghitung Repayment Capacity (RPC). Jangan mengajukan Rp50 juta jika omzet bersih Anda hanya Rp1 juta per bulan. Ajukanlah nominal yang angsurannya sekitar 30-40% dari laba bersih bulanan Anda. Gunakan Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI di atas sebagai acuan.

Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Meskipun usaha mikro, cobalah memiliki pembukuan sederhana. Catat pemasukan dan pengeluaran. Hal ini memudahkan petugas bank menilai arus kas (cashflow) usaha Anda yang sebenarnya.

Pastikan Usaha Fisik Ada

Jangan memanipulasi data. Petugas akan melakukan On The Spot (OTS). Pastikan stok barang ada, aktivitas usaha terlihat, dan tetangga sekitar mengetahui bahwa Anda memang memiliki usaha tersebut.

Kesimpulan

Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI adalah alat bantu vital bagi pelaku UMKM untuk merencanakan pengembangan bisnis di tahun ini. Dengan bunga rendah mulai dari 6% per tahun, KUR BRI tetap menjadi opsi pembiayaan termurah dan paling terjangkau.

Kunci keberhasilan mendapatkan pinjaman ini terletak pada kelengkapan administrasi (seperti NIB dan KTP), rekam jejak kredit yang bersih (SLIK OJK), serta penyesuaian jumlah pinjaman dengan kemampuan bayar usaha Anda.

Jangan ragu untuk mendatangi unit BRI terdekat untuk konsultasi lebih lanjut, karena BRI memiliki komitmen kuat untuk menaikkelaskan UMKM Indonesia.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah pengajuan KUR BRI harus pakai jaminan?

Untuk KUR Mikro (plafon sampai Rp100 juta), agunan tambahan (seperti sertifikat tanah/BPKB) tidak diwajibkan secara aturan pemerintah, agunan utamanya adalah usaha itu sendiri. Namun, bank berhak melakukan penilaian kelayakan. Untuk KUR Kecil (>Rp100 juta), agunan tambahan biasanya diperlukan.

2. Berapa lama proses pencairan KUR BRI?

Jika dokumen lengkap dan hasil survei positif, proses pencairan biasanya memakan waktu 3 sampai 7 hari kerja (maksimal 14 hari kerja).

3. Apakah bisa mengajukan KUR jika masih punya cicilan motor/mobil?

Bisa, asalkan status kredit kendaraan (KKB) tersebut lancar dan perhitungan sisa penghasilan masih mencukupi untuk membayar angsuran KUR. Kredit konsumtif diperbolehkan berjalan beriringan dengan KUR.

4. Mengapa bunga KUR saya naik menjadi 7% atau 8%?

Sesuai Permenko No. 1 Tahun 2023, bunga 6% hanya untuk pengajuan pertama. Jika Anda sudah pernah melunasi KUR dan mengajukan lagi (suplesi/top up), maka bunga akan naik berjenjang menjadi 7%, lalu 8%, hingga 9%.

5. Bisakah mengajukan KUR BRI secara online sepenuhnya tanpa ke bank?

Pengajuan awal bisa dilakukan secara online lewat kur.bri.co.id atau aplikasi BRIMo. Namun, tahap survei lokasi usaha dan penandatanganan akad kredit tetap mengharuskan pertemuan fisik atau kunjungan petugas bank.

The post Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI Lengkap, Syarat dan Bunga appeared first on Rambay.id.

]]>
https://rambay.id/tabel-angsuran-pinjaman-kur-bri-lengkap-syarat-dan-bunga/feed/ 0
Tabel Pinjaman BRI Non KUR, Ini Simulasi dan Syaratnya https://rambay.id/tabel-pinjaman-bri-non-kur-ini-simulasi-dan-syaratnya/ https://rambay.id/tabel-pinjaman-bri-non-kur-ini-simulasi-dan-syaratnya/#respond Tue, 16 Dec 2025 11:57:19 +0000 https://rambay.id/?p=193 Cari alternatif modal usaha? Cek tabel pinjaman BRI Non KUR, lengkap dengan simulasi angsuran, syarat Kupedes & Briguna, serta cara pengajuannya di sini!

The post Tabel Pinjaman BRI Non KUR, Ini Simulasi dan Syaratnya appeared first on Rambay.id.

]]>
Rambay – Bank Rakyat Indonesia (BRI) dikenal luas sebagai bank yang paling ramah terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Namun, tidak semua nasabah memenuhi kriteria KUR, atau mungkin Anda membutuhkan plafon pinjaman yang lebih besar dari batas maksimal KUR. Di sinilah pinjaman BRI Non KUR menjadi solusi yang sangat relevan.

Banyak nasabah yang mencari informasi mengenai “pinjaman non KUR BRI apa saja” karena membutuhkan fleksibilitas yang lebih tinggi, baik untuk modal kerja, investasi, maupun kebutuhan konsumtif seperti renovasi rumah atau biaya pendidikan.

Kami akan memberitahu jenis-jenis pinjaman tersebut, syarat pengajuan, hingga simulasi tabel angsuran agar Anda memiliki gambaran finansial yang jelas sebelum mengajukan kredit.

Apa Itu Pinjaman BRI Non KUR?

Pinjaman BRI Non KUR adalah fasilitas kredit yang ditawarkan oleh Bank BRI di luar program subsidi pemerintah. Karena tidak bersubsidi, suku bunga yang berlaku adalah suku bunga komersial (umum).

Meskipun bunganya sedikit lebih tinggi dibandingkan KUR, pinjaman jenis ini menawarkan keunggulan lain, seperti plafon pinjaman yang jauh lebih tinggi (bisa mencapai miliaran rupiah), tenor yang lebih panjang, dan cakupan penggunaan dana yang lebih luas.

Jika KUR dibatasi aturan ketat (misalnya penerima tidak boleh sedang menerima kredit komersial lain), pinjaman Non KUR lebih fleksibel. Ini adalah opsi terbaik bagi Anda yang usahanya sudah “naik kelas” atau bagi pegawai yang memiliki penghasilan tetap.

Jenis-Jenis Pinjaman BRI Non KUR Populer

Sebelum masuk ke simulasi tabel, penting untuk mengetahui produk mana yang sesuai dengan profil Anda. Berikut adalah produk pinjaman BRI Non KUR yang paling banyak dicari:

1. Kupedes (Kredit Umum Pedesaan)

Kupedes adalah primadona bagi pelaku usaha yang ingin “naik kelas” dari KUR. Pinjaman ini bersifat umum, individual, dan selektif.

  • Target: Pelaku usaha di semua sektor (pertanian, perdagangan, jasa, industri).
  • Kelebihan: Mendukung kebutuhan modal kerja dan investasi. Bunga bersaing dan cara pembayaran angsuran bisa disesuaikan dengan pola pendapatan usaha (misalnya, pembayaran musiman bagi petani).
  • Limit: Umumnya hingga Rp 250.000.000 (bisa lebih tergantung kebijakan cabang).

2. Briguna (Kredit Tanpa Agunan / KTA)

Briguna adalah fasilitas kredit yang diberikan kepada calon debitur dengan sumber pembayaran (repayment) berasal dari sumber penghasilan tetap (gaji/pensiun).

  • Briguna Karya: Untuk pegawai aktif.
  • Briguna Purna: Untuk pensiunan (Taspen/Asabri).
  • Briguna Umum: Kredit untuk pegawai aktif di mana masa kredit bisa sampai masa pensiun.
  • Kelebihan: Tidak memerlukan agunan fisik (sertifikat tanah/BPKB) karena agunannya adalah SK Pengangkatan Pegawai. Limit pinjaman bisa sangat besar (hingga Rp 500 juta atau lebih) disesuaikan dengan Debt Service Ratio (DSR) gaji.

3. Pinjaman Konsumtif Beragunan (KPR & KKB)

Jika tujuan Anda bukan untuk usaha melainkan membeli aset:

  • KPR BRI: Untuk pembelian, pembangunan, atau renovasi rumah.
  • KKB BRI: Kredit Kendaraan Bermotor untuk pembelian mobil baru atau bekas.

Syarat Pengajuan Pinjaman BRI Non KUR

Persyaratan untuk pinjaman Non KUR sedikit lebih detail dibandingkan KUR karena analisis risikonya dilakukan sepenuhnya oleh bank tanpa penjaminan pemerintah.

Syarat Umum (Perorangan)

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia.
  2. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  3. Memiliki riwayat kredit yang baik (tidak masuk dalam daftar hitam BI Checking/SLIK OJK).

Syarat Dokumen Kupedes (Usaha)

  • Fotokopi KTP Suami Istri, Kartu Keluarga (KK), dan Surat Nikah.
  • Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa/Kelurahan atau SIUP/TDP/NIB.
  • NPWP (Wajib untuk pinjaman di atas Rp 50 juta).
  • Dokumen Agunan (SHM/SHGB atau BPKB Kendaraan) – Kupedes umumnya mewajibkan agunan tambahan.
  • Pas foto 4×6 suami istri.

Syarat Dokumen Briguna (Pegawai/Pensiunan)

  • KTP, KK, NPWP.
  • SK Pengangkatan Pertama dan SK Terakhir (Asli).
  • Slip Gaji 3 bulan terakhir.
  • Fotokopi Buku Tabungan BRI.
  • Pas foto suami/istri.
  • Surat Rekomendasi dari atasan bendahara gaji (untuk Briguna Karya).

Tabel Pinjaman BRI Non KUR dan Simulasi Angsuran

Bagian ini adalah inti yang paling Anda butuhkan. Di bawah ini adalah estimasi simulasi angsuran untuk produk Kupedes dan Briguna.

Catatan Penting: Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Bank BRI dan profil risiko debitur. Simulasi di bawah menggunakan asumsi suku bunga flat setara 1% per bulan (sebagai ilustrasi umum untuk Kupedes).

1. Tabel Simulasi Pinjaman Plafon Kecil – Menengah (Rp 10 Juta – Rp 50 Juta)

Plafon PinjamanTenor 12 BulanTenor 24 BulanTenor 36 BulanTenor 48 Bulan
Rp 10.000.000Rp 933.300Rp 516.600Rp 377.700Rp 308.300
Rp 20.000.000Rp 1.866.600Rp 1.033.300Rp 755.500Rp 616.600
Rp 30.000.000Rp 2.800.000Rp 1.550.000Rp 1.133.300Rp 925.000
Rp 40.000.000Rp 3.733.300Rp 2.066.600Rp 1.511.100Rp 1.233.300
Rp 50.000.000Rp 4.666.600Rp 2.583.300Rp 1.888.800Rp 1.541.600

2. Tabel Simulasi Pinjaman Plafon Besar (Rp 100 Juta – Rp 250 Juta)

Untuk pinjaman di atas Rp 100 juta, biasanya bank akan memberikan suku bunga yang lebih kompetitif jika agunan dan cashflow usaha sangat baik.

Plafon PinjamanTenor 12 BulanTenor 24 BulanTenor 36 BulanTenor 48 BulanTenor 60 Bulan
Rp 100.000.000Rp 9.333.300Rp 5.166.600Rp 3.777.700Rp 3.083.300Rp 2.666.600
Rp 150.000.000Rp 14.000.000Rp 7.750.000Rp 5.666.600Rp 4.625.000Rp 4.000.000
Rp 200.000.000Rp 18.666.600Rp 10.333.300Rp 7.555.500Rp 6.166.600Rp 5.333.300
Rp 250.000.000Rp 23.333.300Rp 12.916.600Rp 9.444.400Rp 7.708.300Rp 6.666.600

Tips: Gunakan rumus sederhana ini untuk estimasi cepat: (Plafon / Tenor Bulan) + (Plafon x Bunga %). Namun, selalu minta tabel resmi dari mantri atau Customer Service BRI saat pengajuan.

Kelebihan dan Kekurangan Pinjaman Non KUR

Memahami pro dan kontra membantu Anda mengambil keputusan yang bijak.

Kelebihan

  1. Plafon Tinggi: Tidak terbatas di Rp 500 juta seperti KUR (untuk segmen ritel tertentu), Kupedes dan pinjaman komersial bisa lebih tinggi.
  2. Aguransi Jiwa & Kesehatan: Produk seperti Kupedes seringkali menyertakan fasilitas asuransi jiwa bagi debitur, bahkan ada yang menanggung biaya rawat inap.
  3. Proses Cepat: Karena tidak menunggu kuota subsidi pemerintah turun, proses pencairan seringkali lebih cepat asalkan syarat lengkap.
  4. Fleksibilitas Agunan: BRI menerima berbagai jenis agunan, dan untuk Briguna tidak perlu agunan aset.

Kekurangan

  1. Suku Bunga: Jelas lebih tinggi daripada KUR yang hanya 6% efektif per tahun. Bunga Non KUR mengikuti pasar (floating atau fixed di awal).
  2. Biaya Administrasi & Provisi: Terdapat biaya admin dan biaya provisi yang dipotong di awal pencairan, sedangkan KUR biasanya bebas biaya provisi.

Cara Mengajukan Pinjaman BRI Non KUR

Di era digital ini, BRI menyediakan dua jalur pengajuan:

1. Cara Pengajuan Offline (Datang Langsung)

Ini adalah cara paling efektif untuk negosiasi bunga dan plafon.

  1. Siapkan seluruh dokumen persyaratan (KTP, KK, Surat Usaha/SK Kerja, Dokumen Agunan).
  2. Kunjungi kantor cabang atau unit BRI terdekat sesuai domisili KTP/Usaha.
  3. Ambil antrean ke Customer Service atau langsung menemui Mantri (Marketing Kredit).
  4. Isi formulir pengajuan kredit.
  5. Pihak bank akan melakukan survei ke lokasi usaha atau rumah (On The Spot).
  6. Jika disetujui, Anda akan diminta datang untuk akad kredit dan pencairan dana.

2. Cara Pengajuan Online (Via BRImo atau Website)

Untuk kemudahan awal (screening), Anda bisa menggunakan aplikasi BRImo.

  1. Buka aplikasi BRImo, login dengan akun Anda.
  2. Pilih menu “Pinjaman” lalu pilih “Ajukan Baru”.
  3. Pilih jenis kredit (Misal: Kredit Modal Kerja atau Kredit Konsumtif).
  4. Isi data diri dan nominal pengajuan.
  5. Sistem akan melakukan pre-screening. Jika lolos tahap awal, petugas BRI akan menghubungi Anda untuk proses lebih lanjut.

Tips Agar Pengajuan Pinjaman Non KUR Disetujui

Banyak pengajuan ditolak bukan karena usaha tidak bagus, melainkan karena administrasi atau profil risiko. Lakukan ini agar disetujui:

  • Perbaiki Catatan SLIK OJK: Pastikan tidak ada tunggakan di pinjaman lain (Paylater, Kartu Kredit, atau leasing motor).
  • Siapkan Rekening Koran yang Aktif: Bank menilai kemampuan bayar dari mutasi rekening. Usahakan transaksi usaha masuk ke rekening BRI minimal 3-6 bulan terakhir.
  • Rasio Agunan yang Cukup: Untuk Kupedes, nilai pasar agunan sebaiknya minimal 120% dari nilai pinjaman yang diajukan.
  • Sesuaikan Plafon dengan Kemampuan: Cicilan ideal adalah maksimal 30%-40% dari laba bersih usaha atau gaji bulanan (Take Home Pay).

Kesimpulan

Pinjaman BRI Non KUR seperti Kupedes dan Briguna adalah solusi pendanaan strategis bagi Anda yang membutuhkan limit lebih besar atau tidak memenuhi syarat KUR.

Meskipun suku bunganya mengikuti tarif komersial, keunggulan dalam hal fleksibilitas penggunaan dana, asuransi, dan limit pinjaman yang tinggi menjadikannya opsi yang sangat menarik.

Dengan melihat tabel pinjaman BRI Non KUR di atas, Anda kini memiliki gambaran estimasi angsuran bulanan. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen persyaratan dan memastikan riwayat kredit Anda bersih.

Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan petugas BRI untuk mendapatkan hitungan suku bunga real-time yang paling sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa bunga pinjaman BRI Non KUR 2025?

Suku bunga pinjaman Non KUR bersifat fluktuatif dan bervariasi tergantung jenis produk. Untuk Kupedes, rata-rata berkisar antara 0,9% hingga 1,2% flat per bulan, atau setara dengan 19% – 24% efektif per tahun, tergantung plafon dan tenor.

2. Apakah pinjaman Non KUR BRI butuh jaminan?

Ya, untuk jenis Kupedes, Anda memerlukan jaminan berupa BPKB kendaraan atau sertifikat tanah/rumah. Namun, untuk Briguna (KTA), jaminannya adalah SK Pegawai/Pensiun, sehingga tidak memerlukan jaminan aset fisik.

3. Berapa lama proses pencairan pinjaman BRI Non KUR?

Jika dokumen lengkap dan hasil survei (OTS) positif, proses pencairan biasanya memakan waktu 3 hingga 7 hari kerja. Namun, untuk nasabah existing dengan rekam jejak baik, bisa lebih cepat.

4. Bisakah mengajukan Kupedes jika masih punya KUR?

Secara aturan, Anda tidak bisa memiliki dua kredit modal kerja/investasi bersubsidi dan komersial secara bersamaan. Jika ingin mengambil Kupedes, Anda biasanya harus melunasi KUR terlebih dahulu (top up/suplesi ke komersial) atau memastikan KUR tersebut sudah lunas.

5. Apa bedanya Kupedes dan KUR?

Perbedaan utamanya ada pada subsidi bunga dan sasaran. KUR disubsidi pemerintah (bunga rendah 6%), syarat lebih ketat, dan plafon terbatas. Kupedes tidak disubsidi (bunga pasar), syarat lebih fleksibel, menerima semua sektor usaha, dan memberikan fasilitas asuransi serta bonus bagi debitur yang bayar tepat waktu.

Disclaimer: Informasi tabel angsuran dan suku bunga di atas adalah simulasi estimasi. Ketentuan resmi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

The post Tabel Pinjaman BRI Non KUR, Ini Simulasi dan Syaratnya appeared first on Rambay.id.

]]>
https://rambay.id/tabel-pinjaman-bri-non-kur-ini-simulasi-dan-syaratnya/feed/ 0
KUR BRI: Syarat, Bunga, dan Tabel Angsuran Terbaru https://rambay.id/kur-bri-syarat-bunga-dan-tabel-angsuran-terbaru/ https://rambay.id/kur-bri-syarat-bunga-dan-tabel-angsuran-terbaru/#respond Tue, 16 Dec 2025 11:30:09 +0000 https://rambay.id/?p=190 Ingin ajukan pinjaman modal usaha? ini informasi lengkap KUR BRI: syarat, bunga rendah 6%, cara daftar online, dan tabel angsuran terbaru di sini!

The post KUR BRI: Syarat, Bunga, dan Tabel Angsuran Terbaru appeared first on Rambay.id.

]]>
Rambay – Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, masalah permodalan sering kali menjadi batu sandungan utama dalam mengembangkan bisnis.

Di tengah tantangan ekonomi, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) hadir sebagai angin segar. Sebagai bank dengan jaringan terluas hingga ke pelosok desa, BRI menjadi penyalur KUR terbesar yang menjadi andalan masyarakat.

Namun, sering kali informasi yang beredar membingungkan. Berapa sebenarnya bunga yang ditetapkan tahun ini? Apakah pengajuan bisa dilakukan tanpa harus antre di bank?

Kami akan mulai merangkum informasi tentang KUR BRI, mulai dari syarat administrasi, rincian suku bunga berjenjang, hingga simulasi tabel angsuran untuk pinjaman 50 juta.

Jika Anda sedang mencari cara mengembangkan usaha dengan suntikan dana aman dan terjangkau, panduan ini adalah untuk Anda.

Apa Itu KUR BRI? Mengapa Begitu Diminati?

Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI adalah program pembiayaan/kredit bersubsidi dari pemerintah dengan bunga rendah, di mana 100% dananya berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BRI.

Program ini dikhususkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang memiliki usaha produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan belum cukup (belum bankable).

Alasan utama mengapa KUR BRI sangat diminati adalah karena subsidi bunga dari pemerintah. Selisih bunga pasar dengan bunga yang dibebankan kepada nasabah ditanggung oleh pemerintah, sehingga cicilan menjadi sangat ringan dibandingkan pinjaman komersial biasa.

Jenis-Jenis KUR BRI

Sebelum mengajukan, penting untuk mengetahui jenis KUR mana yang sesuai dengan kebutuhan modal Anda:

  1. KUR Mikro BRI:
    • Plafon pinjaman hingga Rp50 juta (sekarang bisa sampai Rp100 juta tanpa agunan tambahan tergantung kebijakan cabang dan riwayat nasabah).
    • Jangka waktu pelunasan (tenor) maksimal 3 tahun untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan 5 tahun untuk Kredit Investasi (KI).
    • Bebas biaya administrasi dan provisi.
  2. KUR Kecil BRI:
    • Plafon pinjaman di atas Rp50 juta hingga Rp500 juta.
    • Wajib memiliki agunan tambahan (seperti sertifikat tanah atau BPKB kendaraan).
    • Tenor maksimal 4 tahun (KMK) dan 5 tahun (KI).
  3. KUR TKI BRI:
    • Dikhususkan untuk membiayai keberangkatan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke negara penempatan.
    • Plafon hingga Rp25 juta atau sesuai struktur biaya (cost structure).
    • Tenor maksimal 3 tahun atau sesuai masa kontrak kerja.

Syarat Pengajuan KUR BRI Terbaru

Banyak calon debitur yang gagal di tahap awal karena kurang teliti dalam melengkapi persyaratan. Bagaimana cara mengajukan pinjaman KUR BRI agar cepat disetujui? Langkah pertama adalah memastikan Anda memenuhi kriteria dan dokumen berikut.

1. Syarat Umum (Kualifikasi Debitur)

  • Individu/Perorangan: Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Usia: Minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  • Status Usaha: Memiliki usaha produktif dan layak yang telah berjalan aktif minimal 6 bulan.
  • Riwayat Kredit: Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KKB (Kredit Kendaraan Bermotor), dan Kartu Kredit. Pastikan riwayat BI Checking (SLIK OJK) Anda bersih dari kredit macet.

2. Syarat Dokumen Administrasi

Dokumen adalah bukti validitas identitas dan usaha Anda. Siapkan berkas berikut dalam map yang rapi:

  • Fotokopi e-KTP (Suami dan Istri jika sudah menikah).
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi Buku Nikah/Surat Cerai (bagi yang menikah/cerai).
  • Surat Izin Usaha: Bisa berupa Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kelurahan/Desa, Nomor Induk Berusaha (NIB), atau surat izin lainnya yang sejenis.
  • NPWP (Wajib untuk pengajuan pinjaman di atas Rp50 juta).
  • Pas foto berwarna (ukuran 4×6 biasanya diminta).

Catatan Penting: Untuk KUR Kecil, Anda juga wajib melampirkan fotokopi dokumen agunan tambahan (SHM/SHGB atau BPKB).

Suku Bunga KUR BRI: Aturan Berjenjang Terbaru

Salah satu perubahan paling signifikan pada regulasi KUR terbaru adalah penerapan suku bunga berjenjang. Hal ini diatur dalam Permenko Bidang Perekonomian.

Bunga dasar KUR Mikro dan Kecil adalah 6% efektif per tahun. Namun, aturan ini berlaku bagi debitur yang baru pertama kali menerima KUR. Berikut rinciannya:

  • Pinjaman ke-1: Bunga 6% efektif per tahun.
  • Pinjaman ke-2: Bunga naik menjadi 7% efektif per tahun.
  • Pinjaman ke-3: Bunga naik menjadi 8% efektif per tahun.
  • Pinjaman ke-4: Bunga naik menjadi 9% efektif per tahun.

Kebijakan ini dibuat agar dana KUR dapat bergilir dan dinikmati oleh lebih banyak pelaku UMKM baru, serta mendorong UMKM lama untuk “naik kelas” ke pinjaman komersial (Kupedes) jika usahanya sudah semakin mapan.

Tabel Angsuran KUR BRI (Simulasi)

Salah satu pertanyaan yang paling sering dicari oleh calon peminjam adalah: “Pinjam KUR BRI 50 juta angsuran berapa?”. Mengetahui estimasi cicilan sangat penting untuk mengukur kemampuan bayar (Cash Flow) usaha Anda.

Berikut adalah simulasi tabel angsuran KUR BRI dengan asumsi bunga 6% per tahun (untuk pinjaman pertama):

Tabel Simulasi Plafon Rp 10 Juta – Rp 50 Juta

Tenor (Bulan)Pinjaman 10 JutaPinjaman 25 JutaPinjaman 50 Juta
12 BulanRp 860.664Rp 2.151.661Rp 4.303.321
18 BulanRp 582.317Rp 1.455.793Rp 2.911.587
24 BulanRp 443.206Rp 1.108.015Rp 2.216.031
36 BulanRp 304.219Rp 760.548Rp 1.521.097
48 BulanRp 234.850Rp 587.126Rp 1.174.251
60 BulanRp 193.328Rp 483.320Rp 966.640

Disclaimer: Angka di atas adalah estimasi. Nilai angsuran real dapat berbeda sedikit tergantung tanggal pencairan dan kebijakan pembulatan sistem bank.

Dari tabel di atas, untuk menjawab pertanyaan “Pinjam KUR BRI 50 juta angsuran berapa”, jika Anda mengambil tenor 3 tahun (36 bulan), cicilan Anda hanya sekitar Rp 1,5 jutaan per bulan. Angka ini sangat terjangkau bagi usaha yang memiliki omzet harian stabil.

Cara Mengajukan KUR BRI: Offline vs Online

Di era digital ini, kemudahan akses menjadi prioritas. Banyak nasabah bertanya, “Bisakah pinjam KUR BRI lewat online?”. Jawabannya adalah BISA, namun ada tahapan verifikasi yang tetap melibatkan pertemuan fisik.

Cara 1: Pengajuan Lewat Online (kur.bri.co.id)

BRI menyediakan portal E-Form untuk memudahkan pendaftaran awal tanpa harus bolak-balik ke kantor cabang. Berikut langkahnya:

  1. Buka laman kur.bri.co.id.
  2. Pilih menu “Ajukan Pinjaman”.
  3. Login menggunakan akun email. Jika belum punya, pilih “Daftar” dan lakukan verifikasi email.
  4. Baca pernyataan yang diberikan, klik “Setuju”.
  5. Isi formulir pengajuan secara lengkap (Profil Anda, Profil Usaha, Unggah Dokumen, dan Data Pengajuan).
  6. Setelah selesai, data akan masuk ke sistem BRI dan Mantri (petugas lapangan BRI) di unit kerja terdekat akan menghubungi Anda untuk proses survei.

Cara 2: Pengajuan Langsung ke Kantor Cabang/Unit

Ini adalah cara konvensional yang masih paling efektif:

  1. Siapkan semua dokumen persyaratan lengkap.
  2. Datang ke Kantor Cabang atau Unit BRI terdekat dari lokasi usaha Anda (sesuai domisili usaha).
  3. Ambil nomor antrean untuk Customer Service (CS) atau bagian kredit.
  4. Sampaikan tujuan untuk mengajukan KUR.
  5. Petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen. Jika lengkap, petugas (Mantri) akan menjadwalkan survei ke lokasi usaha Anda.

Tips Jitu Agar Pengajuan KUR BRI Disetujui

Tidak semua pengajuan KUR disetujui. Bank memiliki prinsip kehati-hatian. Agar peluang Anda besar, perhatikan tips berikut:

  1. Jaga Reputasi Keuangan: Pastikan tidak ada tunggakan di pinjaman online (Pinjol) atau leasing motor. Data SLIK OJK adalah gerbang pertama penentu kelulusan.
  2. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha: Bank menyukai nasabah yang tertib administrasi. Meskipun sederhana, buatlah catatan pemasukan dan pengeluaran rutin.
  3. Tunjukkan Cash Flow yang Sehat: Pastikan saldo tabungan Anda menunjukkan mutasi yang aktif (uang masuk dan keluar) yang mencerminkan aktivitas usaha.
  4. Jujur Saat Survei: Ketika Mantri BRI datang mensurvei, jawablah pertanyaan dengan jujur mengenai kondisi usaha, keuntungan, dan tantangan yang dihadapi. Kejujuran meningkatkan kepercayaan (Trust).
  5. Ajukan Sesuai Kemampuan: Jangan memaksakan mengambil plafon maksimal jika kapasitas bayar usaha belum mencukupi. Bank akan menghitung Repayment Capacity Anda.

Kesimpulan

KUR BRI merupakan instrumen pembiayaan yang sangat powerfull bagi UMKM di Indonesia untuk naik kelas. Dengan suku bunga yang sangat kompetitif (mulai 6% per tahun) dan tenor yang fleksibel, program ini meringankan beban bunga yang biasanya menjadi momok bagi pengusaha kecil.

Bagi Anda yang berencana mengajukan pinjaman sebesar Rp 50 juta, angsuran yang berkisar di angka Rp 1,5 juta untuk tenor 3 tahun tentu merupakan tawaran yang sangat menarik dibandingkan pinjaman non-subsidi.

Kunci keberhasilan pengajuan terletak pada kelengkapan administrasi, kebersihan riwayat kredit (SLIK OJK), dan kondisi usaha yang real serta produktif.

Jangan tunda lagi, persiapkan dokumen Anda, cek kembali arus kas usaha, dan manfaatkan fasilitas negara ini untuk ekspansi bisnis Anda.

Ingat, gunakan dana pinjaman murni untuk modal kerja atau investasi alat, bukan untuk kebutuhan konsumtif, agar usaha Anda dapat tumbuh berkelanjutan.

FAQ (Pertanyaan Umum Seputar KUR BRI)

Berikut adalah jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan terkait KUR BRI:

1. Bisakah pinjam KUR BRI lewat online sepenuhnya tanpa ke bank?

Secara teknis pendaftaran bisa dilakukan online melalui kur.bri.co.id. Namun, proses tanda tangan akad kredit dan verifikasi/survei usaha tetap mewajibkan pertemuan fisik dengan petugas bank atau kunjungan ke kantor cabang. Online hanya mempermudah proses pendaftaran awal.

2. Berapa lama proses pencairan KUR BRI?

Jika dokumen lengkap dan survei berjalan lancar, proses pencairan biasanya memakan waktu 3 hari hingga 7 hari kerja (maksimal 14 hari kerja tergantung antrean di kantor unit tersebut).

3. Apakah usaha baru 1 bulan bisa mengajukan KUR?

Tidak bisa. Syarat mutlak KUR adalah usaha telah berjalan aktif minimal 6 bulan. Jika kurang dari itu, Anda disarankan menunggu hingga usia usaha mencukupi.

4. Apakah pinjaman online (Pinjol) mempengaruhi pengajuan KUR?

Ya, sangat berpengaruh. Jika Anda memiliki tunggakan atau riwayat kredit macet di aplikasi Pinjol yang terdaftar di OJK, nama Anda akan tercatat buruk di SLIK OJK, yang menyebabkan pengajuan KUR otomatis ditolak. Pastikan lunasi dulu hutang pinjol Anda.

5. Pinjam KUR BRI 50 juta angsuran berapa?

Untuk pinjaman Rp 50 juta dengan bunga 6% per tahun:

Tenor 36 bulan: Rp 1.521.097 /bulan

Tenor 12 bulan: Rp 4.303.321 /bulan

Tenor 24 bulan: Rp 2.216.031 /bulan

The post KUR BRI: Syarat, Bunga, dan Tabel Angsuran Terbaru appeared first on Rambay.id.

]]>
https://rambay.id/kur-bri-syarat-bunga-dan-tabel-angsuran-terbaru/feed/ 0
KUR BSI 2025 Terbaru, Ini Suku Bunga dan Tabel Angsurannya https://rambay.id/kur-bsi-2025-terbaru-ini-suku-bunga-dan-tabel-angsurannya/ https://rambay.id/kur-bsi-2025-terbaru-ini-suku-bunga-dan-tabel-angsurannya/#respond Mon, 15 Dec 2025 11:59:22 +0000 https://rambay.id/?p=156 KUR BSI 2025 resmi dibuka dengan suku bunga ringan dan tanpa riba. Simak syarat, tabel angsuran, cara pengajuan online, dan jadwal lengkapnya di sini

The post KUR BSI 2025 Terbaru, Ini Suku Bunga dan Tabel Angsurannya appeared first on Rambay.id.

]]>
Rambay – Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu program pembiayaan paling diminati pelaku UMKM di Indonesia. Memasuki tahun 2025, KUR BSI 2025 kembali hadir sebagai solusi permodalan berbasis syariah yang aman, terjangkau, dan sesuai prinsip Islam.

Program ini menjadi jawaban bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan tambahan modal tanpa terbebani bunga tinggi.

Kali ini kami akan membahas secara lengkap dan terstruktur mulai dari pengertian KUR BSI 2025, kapan KUR BSI 2025 dibuka, suku bunga atau margin, tabel angsuran, syarat pengajuan, hingga apakah pengajuan KUR BSI bisa online.

Apa Itu KUR BSI 2025?

KUR BSI 2025 adalah program pembiayaan usaha dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang ditujukan bagi UMKM produktif dan layak, namun belum memiliki akses pembiayaan ke perbankan konvensional. Berbeda dengan kredit biasa, KUR BSI menggunakan akad syariah, seperti:

  • Murabahah (jual beli)
  • Ijarah (sewa)
  • Musyarakah (kerja sama usaha)

Dengan sistem ini, pelaku usaha tidak dikenakan bunga, melainkan margin atau nisbah bagi hasil yang telah disepakati di awal.

Kapan KUR BSI 2025 Dibuka?

Banyak calon debitur bertanya, kapan KUR BSI 2025 dibuka?

Secara umum, program KUR nasional mulai berjalan sejak awal tahun anggaran, yakni Januari 2025, mengikuti kebijakan pemerintah. BSI sebagai bank penyalur KUR syariah biasanya langsung membuka pengajuan sejak kuartal pertama tahun berjalan.

Namun, jadwal pasti dapat berbeda di tiap daerah tergantung:

  • Kuota KUR yang tersedia
  • Kebijakan internal cabang BSI
  • Tingkat penyerapan KUR tahun sebelumnya

Tips: Untuk memastikan ketersediaan KUR BSI 2025, sebaiknya calon debitur rutin memantau informasi resmi BSI atau datang langsung ke kantor cabang terdekat.

Jenis KUR BSI 2025 yang Tersedia

BSI menyediakan beberapa jenis KUR sesuai kebutuhan pelaku usaha, antara lain:

1. KUR Super Mikro BSI

  • Plafon: hingga Rp10 juta
  • Tanpa agunan tambahan
  • Cocok untuk usaha pemula

2. KUR Mikro BSI

  • Plafon: Rp10 juta – Rp100 juta
  • Untuk UMKM yang sudah berjalan minimal 6 bulan
  • Proses relatif cepat

3. KUR Kecil BSI

  • Plafon: Rp100 juta – Rp500 juta
  • Memerlukan agunan
  • Untuk usaha yang sudah berkembang

Suku Bunga (Margin) KUR BSI 2025

Salah satu keunggulan utama KUR BSI 2025 adalah margin yang rendah dan bersubsidi pemerintah. Secara umum, margin KUR syariah setara dengan:

  • Sekitar 6% efektif per tahun

Karena menggunakan sistem syariah, istilah “bunga” digantikan dengan margin keuntungan atau bagi hasil, sehingga lebih transparan dan tidak memberatkan pelaku usaha.

Keuntungan lain:

  • Angsuran tetap
  • Tidak ada biaya penalti pelunasan
  • Sesuai prinsip syariah

Tabel Angsuran KUR BSI 2025 (Simulasi)

Berikut contoh tabel angsuran KUR BSI 2025 sebagai gambaran umum:

Contoh KUR Mikro Rp50 Juta (Tenor 36 Bulan)

TenorEstimasi Angsuran per Bulan
12 bulan± Rp4.300.000
24 bulan± Rp2.200.000
36 bulan± Rp1.500.000

Contoh KUR Mikro Rp100 Juta (Tenor 60 Bulan)

TenorEstimasi Angsuran per Bulan
36 bulan± Rp3.000.000
48 bulan± Rp2.300.000
60 bulan± Rp1.900.000

Catatan: Tabel di atas merupakan simulasi. Besaran angsuran bisa berbeda tergantung akad, tenor, dan kebijakan BSI.

Syarat Pengajuan KUR BSI 2025

Agar pengajuan berjalan lancar, berikut syarat umum KUR BSI 2025:

Syarat Administrasi

  • WNI usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
  • KTP dan KK
  • NPWP (wajib untuk plafon tertentu)
  • Surat Nikah (jika sudah menikah)

Syarat Usaha

  • Usaha produktif dan layak
  • Sudah berjalan minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit produktif lain (kecuali kredit konsumtif)

Apakah Pengajuan KUR BSI Bisa Online?

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah pengajuan KUR BSI bisa online?

Jawabannya: bisa, tetapi bersifat bertahap.

Calon debitur dapat:

  • Melakukan pendaftaran awal secara online
  • Mengisi data usaha dan identitas
  • Menunggu proses verifikasi

Namun, pada tahap tertentu, calon debitur tetap perlu datang ke kantor cabang BSI untuk:

  • Verifikasi dokumen asli
  • Wawancara
  • Penandatanganan akad

Sistem ini membantu mempercepat proses sekaligus menjaga keamanan data dan kepatuhan syariah.

Proses dan Tahapan Pengajuan KUR BSI 2025

Berikut alur pengajuan KUR BSI 2025:

  1. Persiapan dokumen
  2. Pengajuan (online atau ke kantor cabang)
  3. Verifikasi dan survei usaha
  4. Analisis kelayakan pembiayaan
  5. Persetujuan KUR
  6. Akad pembiayaan
  7. Pencairan dana

Rata-rata waktu proses berkisar 7–14 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil survei.

Keunggulan KUR BSI 2025 Dibanding Kredit Lain

Mengapa KUR BSI 2025 layak dipertimbangkan?

  • Sistem syariah tanpa riba
  • Margin rendah dan disubsidi
  • Angsuran ringan dan tetap
  • Cocok untuk UMKM pemula hingga berkembang
  • Didukung pemerintah

Dengan keunggulan ini, KUR BSI menjadi pilihan tepat bagi pelaku usaha yang ingin berkembang secara berkelanjutan dan halal.

Kesimpulan

KUR BSI 2025 merupakan solusi pembiayaan syariah yang ideal bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dengan margin rendah, proses relatif mudah, serta dukungan penuh pemerintah, program ini sangat relevan bagi usaha kecil yang membutuhkan tambahan modal di tahun 2025.

Mulai dari informasi kapan KUR BSI 2025 dibuka, jenis pembiayaan, tabel angsuran, hingga pengajuan KUR BSI secara online, semua telah dibahas secara lengkap dalam artikel ini. Jika Anda pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga tinggi, KUR BSI 2025 patut menjadi pilihan utama.

FAQ Seputar KUR BSI 2025

1. Kapan KUR BSI 2025 dibuka?

Umumnya dibuka sejak awal tahun 2025, mengikuti kebijakan nasional dan kuota BSI di tiap daerah.

2. Apakah pengajuan KUR BSI bisa online?

Bisa untuk pendaftaran awal, namun verifikasi dan akad tetap dilakukan di kantor cabang BSI.

3. Berapa suku bunga KUR BSI 2025?

Setara sekitar 6% per tahun dalam bentuk margin syariah, bukan bunga.

4. Apakah KUR BSI 2025 tanpa jaminan?

Untuk KUR Super Mikro dan Mikro umumnya tanpa agunan tambahan.

5. Berapa lama proses pencairan KUR BSI?

Sekitar 7–14 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil survei.

The post KUR BSI 2025 Terbaru, Ini Suku Bunga dan Tabel Angsurannya appeared first on Rambay.id.

]]>
https://rambay.id/kur-bsi-2025-terbaru-ini-suku-bunga-dan-tabel-angsurannya/feed/ 0